Ahli Hukum Tata Negara Denny Indrayana memprediksi ada potensi permohonan paslon 01 dan 03 dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Termasuk dalam waktu dekat kami akan mengajukan laporan pelanggaran administrasi kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),
Denny Indrayana: Putusan MKMK Bisa Batalkan Cawapresnya Gibran
Guru Besar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana mencuit putusan Mahkamah Konstitusi melalui aku X-nya menyusul hasil persidangan gugatan batas usia capres cawapre
Denny Indrayana sebut, Ketua MK Anwar Usman seharusnya mundur dari perkara yang memeriksa syarat umur capres dan cawapres, karena terkait peluang Gibran Jokowi
Megawati usulkan ke Presiden Jokowi agar KPK dibubarkan. Pakar hukum Denny Indrayana sebut Presiden Jokowi telah melakukan ‘Pembunuhan berencapa pada KPK’.
Denny Indrayana: sedang pembicaraan, mengatur skenario ke arah mana kasus Harun Masiku. Kalau ditangkap akan meledak berdampak ke partai besar dan Pilpres.
Prof Denny Indrayana dibilang takut meladeni tantangan Petinggi PSI Grace Natalie untuk debat terbuka. Denny Indrayana memberi jawaban soal takut debat itu.
Prof Denny Indrayana mengklarifikasi apa yang dianggapnya tuduhan korupsi payment gateway di Kemenkumham, penyebaran hoaks putusan MK, dan soal rasa takut.
Denny Indrayana mengungkapkan, uji materi ke MK oleh PSI untuk jalan Gibran Rakabuing jadi caawapres. Dia sebut. PSI makin kampungan, tegak lurus kok ke Jokowi.
Denny Indrayana: Cawe-cawe Jokowi mencopet Demokrat, mencopet Golkar, menjegal Anies Baswedan, adalah cawe-cawe telanjang yang menghalalkan segala cara.
Gugatan ke MK untuk penurunan syarat umur capres-cawapres diduga untuk Gibran Rakabuming. Prof Denny Indrayana sebut ihtiar ubah syarat umur itu sangat salah.
Poliitisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon siap jadi saksi dan membela Denny Indrayana yang masuk proses penyidikan di Bareskrim Polri, terkait dugaan hoaks put
Prof Denny Indrayana masih terus mengkritisi Presiden Jokowi. Dia menunding Jokowi dan koalisinya di pemerintahan dan parlemen, sangat koruptif.
Presiden Jokowi adakan kunjungan ke Australia, Prof Denny Indrayana menyambut dengan unjuk rasa membentangkan spanduk: Jokowi Don’t Cawe-Cawe Stop Dynasty.
Presiden Jokowi sedang berkunjung ke Australia. Denny Indrayana malah mengatakan, yang dibangun Jokowi bukan hanya dinasti politik, tetapi juga dinasti bisnis.
Hari ini 3 Juli, Presiden Jokowi mengadakan kunjungan ke Australia. Profesor Denny Indrayana ngaku membatalkan rencana membuat surat terbuka untuk PM Australia.
Denny Indrayana kembali membahas cawe-cawe Presiden Jokowi, dari Bocor Alus disebut Jokowi sudah minta nama calon menteri ke Prabowo dan Ganjar.
Bareskrim Polri menaikkan status ke penyidikan perkara dugaan penyebaran hoaks oleh Denny Indrayana terkait putusan MK, Partai Demokrat siap jadi pembela.
Kan katanya Pak Denny, Jadi saya kira yang bisa mengklarifikasi, membenarkan, hanya pak Denny saja,
Denny menuding bahwa semua komisioner KPK sudah sepakat Anies Baswedan tersangka korupsi Formula E.
Prof Denny Indrayana membuat tulisan lagi, katanya cawe-cawe Jokowi akan menjegal Anies Baswedan, kini Anies segera menjadi tersangka korupsi di KPK.
Wakil Ketua MK Saldi Isra akan melaporkan Denny Indrayana ke polisi terkait bocoran putusan MK. seriuskah Prof saldi Isra melaporkan Denny Indrayana sahabatnya.
Pagi tadi saya kembali mendapatkan informasi penting. Kali ini soal dugaan kasus korupsi yang sedang berjalan di KPK
Denny Indrayana mengaku menghormati MK. Namun dia mengharapkan putusan MK soal sistem pemilu bukan untuk untuk sekelompok kekuatan politik semata.
Denny Indrayana menulis lagi berudul KPK Memukul KPP. Tampak Denny memberikan informasi bahwa Menteri SYL asal Nasdem jadi tersangka.
Saya belum bisa memastikan (Denny Indrayana nyaleg). nanti saya cek dulu baru saya infokan,
Sebaliknya, jika mendukung Anies sekarang, dapat dipastikan PPP akan hilang sekarang juga.
Sebagai bukti awal, lanjut Denny, ia menuliskan kesaksian seorang tokoh bangsa yang pernah menjadi wakil presiden.
Denny Indrayana ungkap, ada mantan Wakil Presiden memberi informasi ke SBY, Presiden Jokowi mendesain Pilpres 2024 hanya ada dua paslon, tanpa Anies Baswedan.
Denny Indrayana melempar ‘bom’. Dia menilai, Presiden Jokowi sudah layak menghadapi proses pemakzulan, caranya DPR perlu menggelar hak angket untuk menyeliki
Ini dia tulisan terbaru Prof Denny Indrayana, bertajuk: Prof Mahfud, Sumber Kredibel, dan Suap Rp5 Triliun. Tulisan diunggah twitter di akun @dennyindrayana.
Denny Indrayana mengaku dapat info dari sumber kredibel, Prof Mahfud MD, soal sidang istimewa MPR penundaan Pemilu dan harga parpol Rp5 triliun untuk berkoalisi
Mahfud MD dan Denny Indrayana adalah dua orang bergelar professor yang berteman akrab. Namun, persahabatannya mengingatkan pada film kartun Tom and Jerry.
Mahfud MD minta tolong dirinya untuk membantu Anies Baswedan agar bisa berkontestasi di Pilpres 2024.
Mabes Polri menyatakan akan profesional dalam menangani laporan polisi terkait Denny Indrayana, yang disebut menyebar kebencian dan pembocoran rahasia negara.
Denny Indrayana memberi kabar baru, Partai Nasdem Kembali digoyang dan diserang. Dua Menteri Nasdem jadi sasaran. SYL akan dijerat narkoba, SN dijerat korupsi.
Dalam cuitan terbarunya, Denny Indrayana kembali mengklaim dapat informasi kalau kedua menteri itu bakal kembali jadi sasaran tembak.
Silakan Ibu cek informasi ini, dan mohon hentikan siasat penundaan pemilu, yang nyata-nyata melanggar konsitusi
Ya, pada saatnya akan diperiksa,
Unggahan yang diposting Denny Indrayana pada Minggu (28/5/2023) kemarin membuat sejumlah pejabat tinggi negara murka.
Guru Besar Hukum Tata Negara itu kembali menegaskan kalau ia mendapatkan bocoran dari orang dalam Mahkamah Konstitusi.
Aktivis yang juga praktisi hukum Muannas Alaidid akan membawa Denny Indrayana ke ranah hukum karena pernyataanya berbahaya dan bikin gaduh.
Karena memang nggak ada yang bocor. Lagipula sudaj diklarifikasi juga oleh yang bersangkutan (Denny Indrayana),
Denny Indrayana mengingatkan jangan sampai MK menjadi lembaga politik pembuat norma UU soal sistem Pemilu.
Secara teori, lanjut Denny Indrayana, harusnya ikut campurnya istana dalam pengambilalihan paksa Partai Demokrat, juga bisa menjadi pintu masuk pemakzulan.
Menurut Prof Denny Indrayana, cawe-cawe Presiden Jokowi telah nyata, yakni terlihat pada kasus dugaan pencopetan Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko.
Katanya kan bocoran, lagipula yang beredar itu baru sekedar isu. Kita tunggu saja putusan resminya dari MK nanti
Tak hanya itu, Denny juga menuding PK Moeldoko soal gugatannya ke Partai Demokrat akan dimenangkan.
Hatta Ali mengaku kaget dengan cuitan Denny Indrayana dengan berbagai tudingan yang tak ada bukti tersebut.